Kamis, 01 Desember 2016





Pagi itu aku bersama anak-anak Circle Of Happiness berkunjung ke kawasan hutan Cibeureum Kuningan. Letak hutan Cibeureum ini berada di desa/kecamatan Cibeureum Kabupaten Kuningan. Dari desa Nanggela kecamatan Mandirancan tempat anak-anak tinggal cukup dekat dengan hutan ini, hanya setengah jam naik mobil. Dengan empat mobil kami berangkat ke sana. Terlihat hutan pinus berjejer rapih saat kami datang. Untuk masuk kawasan ini membayar harga tiket  limaribu rupiah. Masuk dari gerbang sudah terasa sejuk dengan semilir angin yang sejuk dengan hutan pinus yang berjejer cantik.  





Hal yang pertama dilakukan adalah trekking. Mungkin ini pengalaman anak-anak trekking. Untuk itu aku memberitahu kalau mau trekking untuk dipilihkan jalur yang gak berbahaya bagi anak-anak. Dengan seorang pemandu kami diantar menyusuri hutan. Dari tadinya hutan pinus kami mulai berjalan ke hutan dengan banyak macam ragam pohon. Aku sebisanya menerangkan beberapa jenis pohon yang ada di sana termasuk pohon paku yang banyak dijumpai. Sekali-kali anak-anak melihat monyet ekor panjang yang bergelantungan dan berpindah dari satu pohon ke pohon lainnya. Ada beberapa jalan yang curam tapi untungnya anak-anak cukup berani melewatinya. Berjalan terus sampai akhirnya keluar hutan dan kembali ke hutan pinus tapi letaknya di sebelah kiri dari pintu masuk tadi. Beberapa monyet mengejar karena banyak anak yang mengeluarkan makanan dalam tas mereka. Untungnya pemandu siap dengan tongkat untuk mengusir monyet tersebut.




Kegiatan kedua adalah permaina games individu yang bisa melatih konsentarsi, kecepatan, percaya diri . Dengan ada lima pemainan yang dipandu oleh kakak-kakak relawan. Mereka berebut untuk bisa mengalahkan yang lain walau hadiah yang disediakan sederhana tapi tak mengurangi semangat mereka. Permaiannnya berupa tebak kata, kata simon, buzz, arah mata angin dan yang sama. Teriakan anak-anak dan kegembiraan terpancar dari wajah mereka. Kadang suka lucu melihat mimik wajah mereka saat harus menebak atau melakukan sesuatu tapi gak bisa cepat. Selesai acara games, anak-anak boleh bermain di area hutan pinus saja.






Di area hutan pinus ada banyak hal yang bisa dilakukan. Ada ayunan kayu yang hanya dicantolkan di dua buah pinus yang berdekatan. Kita juga bisa naik jembatan kayu yang dihubungkan dengan rumah kecil. Jembatan kayu yang bisa bergoyang bila diinjak-injak keras. Biasanya anak yang iseng suka menggerakkan dengan keras sehingga jembatan akan bergoyang kuat . Ada lagi bangunan dari bambu dimana kita bisa naik dan berfoto di sana dengan pemandangan hutan pinus dari kejauhan. Atau bisa duduk-duduk di bangunan bambu itu. Di atas lebih terasa segar dan angin semilir menerpa wajah. Selain itu juga ada jungkat jungkit yang bisa dimainkan anak-anak yang terbuat dari bambu juga.


Alam yang sejuk dan asri, membuat tempat ini cocok untuk berwisata. Dan makan bersama di bawah pohon pinus yang menjulang tinggi membuat anak-anak makan dengan lahap. Walau dengan makanan sederhana tapi karena bersama-sama ditambah udara yang mendukung semua anak habis tuntas nasi kuningnya. Tak terasa sudah lama berada di kawasan hutan ini. Tak mearsa bosan karena kesejukan udaranya. Tempat yang bisa digunakan untuk melepas penat setelah seminggu lelah bekerja. Akhirnya harus pulang kembali setelah banyak kegiatan yang dilakukan anak-anak di sini. Anak-anak merasa puas dan senang bisa beraktivitas di alam yang hijau membuat mereka kembali bersemangat. Jadi kepikiran lagi kalau ingin membawa mereka ke tempat lain yang udaranya sejuk dan bisa jadi tempat bermain yang nyaman.


Kamis, 24 November 2016

Memenuhi Panggilan Allah





 Gambar dari sini

Di dalam hidup kita di bumi sebagai makhluk ciptaan Allah, kita diharapkan berbakti dan beribadah kepadaNya saja.Allah tahu mana manusia yang bertakwa , mana yang tidak. Dalam hidup manusia ada tiga panggilan yang diberikan oleh Allah, yaitu:

  • 1.      Panggilan adzan. Panggilan Allah untuk menjalankan solat lima waktu. Sesungguhnya kalau kita melakukan solat tepat waktu setelah azan berkumandang kita telah menjawab panggilan Allah, walau Allah masih memberikan waktu yang fleksibel untuk menjalankan panggilan Allah ini.
  • 2.      Panggilan Haji/umroh bagi yang mampu. Panggilan ini bersifat halus dan sifatnya bergiliran. Manusia yang satu mendapat kesempatan yang berbeda dengan manusia yang lain.Jalannya juga bermacam-macam.
  • 3.      Panggilan kematian . Begitukah kehidupan, ada yang lahir, bertumbuh dan akhirnya berujung dengan kematian. Tak ada satupun manusia yang bisa mengelak dari panggilan kematian ini.


Untuk tahun 2017 ini ada satu resolusi yang sangat aku ingin wujudkan adalah mewujudkan panggilan Allah yang kedua. Umroh. Mengapa? Karena umroh bisa dilakukan pada waktu kapanpun tak seperti haji yang hanya pada waktu tertentu saja. Lagipulan untuk berhaji masih harus menunggu waktu tunggu yang cukup lama. Karena waktu yang flesibel , aku berniat untuk menjalankan ibadah umroh tahun depan. Keinginan ini sebetulnya sudah lama aku dan suamiku inginkan , tapi terkubur dengan banyak kegiatan yang tak bisa ditinggalkan. Dan kini keinginan ini muncul kembali dan kami tak mau lagi hilang kesempatan hanya karena kesibukan semata-mata. Lagipula niat yang baik harus diwujudkan secepatnya. Banyak manfaat yang bisa aku petik dari umroh kelak yang akan aku jalani, seperti

  • 1.      Diberkahi Allah. Orang-orang yang menjalankan  ibadah haji/ umroh akan diberkati Allah sesuai dengan perkataan Rasulluloh, mereka yang datang dan melaksanakan ibadah haji /umroh di Makkah, maka mereka itu adalah tamu Allah.Oleh karena itu Allah akan mengabulkan doa mereka.

  • 2.      Penebus dosa. Bisa sebagai media penebus dosa, seperti sabda Rosulluloh, sekali umroh merupakan penebus dosa yang telah dilakukan  hingga umroh berikutnya.

  • 3.      Bisa menghilangkan kefakiran

  • 4.      Dijanjikan mati syahid. Bila kita meninggal saat perjalanan haji/ umroh maka Allah menjanjikan surga tanpa pengadilan.

Manfat yang begitu indah dari umroh inilah yang ingin aku wujudkan untuk tahun depan. Agar harapan aku untuk bisa umroh aku sudah mendaftakan diri ke biro perjalanan untuk umroh. Tentunya aku perlu mempersiapkan untuk terwujudnay impianku. Beberapa persiapan  perlu aku lakukan untuk bisa umroh. Mulai dari persiapan rohani dan persiapan fisik aku lakukan agar kelak saatnya tiba aku sudah siap segalanya.Persiapan rohani berupa  meluruskan niat untuk pergi ke sana hanya semata-mata karena Allah, bertaubat dan mohon ampun pada keluarga terdekat dan orang di sekitar kita, belajar hukum-hukum agama tentang umroh dan melunasi hutang jika ada. Semua ini harus aku lakukan terutama mempelajari hukum-hukum agama tentang umroh. Persiapan fisik bagiku sudah aku lakukan karena aku terbiasa jalan kaki setiap hari minimal 30 menit dan terakhir tentunya konsultasi ke dokter terutama untuk masalah perutku yang sering bermasalah.

Semoga resolusi tahun depan bisa terwujud.. Hanya doa , ikhlas agar semua bisa berjalan seperti yang diharapkan. Doakan teman-teman agar apa yang aku harapkan di tahun depan bisa terwujud. Semoga aku bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

Kamis, 17 November 2016





Yuk kita kenalan dengan metode gambar cetak tinggi. Kalau diperhatikan mencetak adalah kegiatan untuk mmeperbanyak gambar dengan alat cetak/alat acuan dengan cara mencungkil atau menggores pada suatu bahan. Sedangkan cetak tinggi dimana ada bagian-bagian yang muncul dan apabila diberi tinta dan dioleskan di kertas maka akan terlihat gambar dari hasil cetakan yang menonjol. Cetak tinggi yang sangat sederhana yang bisa dilakukan anak-anak adalah dengan menggunakan pelepah pisang, ubi, wortel, belimbing. Dan metode ini sangat bagus diperkenalkan bagi anak-anak usia SD . Hal ini dikarenakan menyenangkan bagi anak-anak karena menggunakan bahan-bahan yang ada di sekitar mereka, menumbuhkan rasa cinta pada alam dan membuat mereka mengerti kalau alam banyak menyediakan banyak hal yang bisa digunakan oleh manusia dalam banyak segi kehidupan .



Alat dan bahan yang perlu disediakan .

  • 1.      Pisau.

  • 2.      Kertas gambar

  • 3.      Pewarna makanan.

  • 4.      Lap

  • 5.      Bahan seperti belimbing, pelepah pisang , wortel atau kentang  ( di sini aku menggunakan pelepah pisang dan buah belimbing buat anak-anak).




Cara Membuat cetakan pada pelepah psaing dan belimbing mudah saja. Pelepah pisang di penampang  sudah terdapat pola sehingga tak perlu dicungkil lagi. Begitu pula dengan belimbing, penampang sudah ada polanya sehingga tak perlu lagi dicungkil. Untuk menggunakannya sangat mudah. Cetakan yang sudah dibuat dicelupkan ke pewarna dan dioleskan di kertas gambar.  Untuk itu anak-anak bukan hanya sekedar mencetak saja tapi harus ada bentuknya gambarnya. Kebanyakan dari anak-anak hanya sekedar mencetak saja ke dalam kertas tanpa ada bentuknya. Tapi beberapa juga sudah bisa membuat cetakan dengan bentuk gambar sehingga tampak unik polesannya. Cara mencelupnya juga harus hati-hati jangan sampai ketebalan atau ketipisan yang mempengaruhi hasil gambarnya.



 Kreativitas anak bisa dikembangkan dengan memggambar menggunakan metode cetak tinggi. Perlu daya imajinasi yang kuat agar anak-anak bisa menggambar dengan baik. Pencelupan alat cetak pada pewarna juga perlu kesabaran agar saat ditempelkan ke kertas tidak bleber kemana-mana atau ketebalan atau ketipisan. Dan teknik ini juga banyak menciptakan kegembiraan bagi anak-anak karena mereka bisa mengekspresikan imajinasi mereka di selembar kertas dengan bahan yang ada yaitu pelepah pisang dan buah belimbing. Sungguh saking gembiranya bahkan beberapa belimbing dimasukan ke dalam mulut mereka untuk dimakan bukan untuk dicetak. Beberapa anak terus berteriak karena belimbingnya dimakan .Di satu sisi saat aku tanya kenapa mereka makan belimbingnya, ada anak yang bilang mau coba karena belum pernah merasakan belimbing yang besar. Jadinya aku hanya bisa tersenyum kecil saja. Walau banyak belimbing yang harus masuk mulut tapi  masih beberapa yang bisa digunakan untuk menggambar cetak tinggi. Hasil karya mereka yang sudah jadi dijemur sebentar di bawah sinar matahari agar kering. Terutama anak-anak  yang mencetak dengan tinta yang tebal butuh lama untuk dikeringkan .



Metode gambar cetak tinggi ini  berhasil digunakan aku pada anak-anak. Kegembiraan, keasyikan yang mereka lakukan itu sangat mempengaruhi hasil gambar mereka. Warna cerah dan polesan yang banyak memberikan warna tersendiri. Jadi tunggu apa lagi. Untuk kreativitas anak bisa digunakan metode gambar dengan cetak tinggi ini. Sangat berguna bagi perkembangan anak-anak dalam hal mortorik mereka.
 

Kamis, 10 November 2016

Asisten Rumah Tangga Atau Tidak





 Gambar dari sini

Dari kecil aku terbiasa dengan adanya asisten rumah tangga. Ibuku memperkerjakan dua asisten rumah tangga untuk membantunya dalam pekerjaan rumah tangga dan warung sembako miliknya. Pengalaman aku melihat ibuku memiliki asisten rumah tangga kebanyakan sangat positif. Mereka bekerja dan mengabdi begitu kuat pada ibuku. Dan kita juga sudah menganggap mereka merupakan bagian dari keluarga besar kami. Walau ada pembantu ibuku tak pernah memanjakan kami , tapi kami juga harus turut bekerja untuk rumah tangga ini agar selalu rapih . Kamar kami sendiri harus rapih dan menjadi tugas anak-anak untuk merapihkan sendiri. Kamipun dibiasakan dengan kata minta tolong saat butuh bantuan asisiten rumah tangga. 

Tapi kenyataan pengalaman aku dengan asisiten rumah tanggaku dulu jaman aku masih bersama orang tua sangat berbeda dengan saat aku sudah berumah tangga. Jauh berbeda. Aku selalu mendapatkan asisten rumah tangga yang semuanya bekerja dan tak mau menuruti apa yang diperintahkan aku. Rasanya punya asisiten rumah tangga itu bukannya mengurangi pekerjaan malah menambah stres saja. Mulai dari sukanya nonton di depan televisi, cucian piring numpuk di bak cucian dan kadang anak-anak terlantar karena kamalasannya. Punya asisiten rumah tangga serasa gak punya. Banyak pekerjaan yang akhirnya harus aku tanganin juga. Padahal aku pulang sudah capai kerja mau pegang anak tapi lihat pekerjaan yang belum selesai akhirnya aku yang membereskannya. Bukannya malu tapi esoknya juga seperti itu. Berkali-kali aku mengganti asisten rumah tangga tapi sampai kesekian kalinya aku tak bisa menemukan yang rajin dan mau benar-benar bekerja. Rasanya sudah putus asa bisa mendapatkan asisten rumah tangga yang sesuai dengan harapan kita. 

Akhirnya aku terpikirkan apakah bisa ya tanpa asisten ruamh tangga??  Suatu dilema yang cukup besar. Karena aku juga ibu yang bekerja, gak mungkin sekali kalau tanpa asisten rumah tangga. Otakku terus berpikir untuk kemungkinan yang paling buruk tanpa asisten rumah tangga, tapi akhirnya kembali lagi nol besar. Bagaimana anak-anak nanti di rumah sendiri, bagaimana makan mereka???? Sampai suatu saat aku terpikirkan akan uji coba tak ada asisiten rumah tangga . Aku suruh asisiten rumah tanggaku pulang dulu sebentar dengan alasan aku mau pulang kampung ambil cuti. Anak keduaku yang berusia tiga tahun aku ceritakan kalau mau aku ajak ngajar. Aku menyuruhnya untuk gak rewel, kalau ada apa-apa harus bilang sama mama. Sedang anak sulungku sudah sekolah kelas dua. Dan dia sudah biasa pulang sendiri. Aku bekali kunci rumah. Jadi pulang sekolah dia akan sendiri di rumah. Aku menyuruhnya untuk menonton televisi dan anggap saja rumah ada isinya. Dan aku wanti-wanti agar jangan membukakan pintu ke siapa saja termasuk ke orang yang dikenal, anggap saja rumah kosong. Di rumah aku sudah menyediakan makan siang untuk anakku dan baju ganti . Alhamdulilah hari pertama uji ciba berhasil. Hari kedua ,anak perenpuan aku yang aku bawa agak rewel karena mulai bosan bermain di ruang guru. Tapi akhirnya bisa dibujuk untuk diam kembali. Selang satu minggu anak-anak sudah terbiasa tanpa pembantu rumah tangga. Dan aku ternyata lebih enjoy walau aku harus kerja keras dengan pekerjaan rumah tangga. Dari jam setengah empat pagi aku sudah bangun. Mulai bikin sarapan, dan makan siang, nyuci baju. Untungnya suamiku termasuk yang suka bantu aku bekerja di rumah, sehingga saat berangkat kerja rumah sudah rapih dan bersih.

Jadi, setelah semuanya siap, aku pergi ke rumah pembantuku di daerah Mandirancan Kuningan. Saat itu aku memberikan uang  pesangon padanya dan gaji bulan lalu yang belum dibayarkan. Entah kenapa rasanya seneng gitu bisa memPHKkan asisten rumah tangga yang selama ini aku nurutin apa mau mereka karena butuh tenaga mereka. Akhirnya dilemaku terputuskan juga. Pilihanku ternyata tak salah. Anak-anak jadi lebih mandiri dan mereka selalu membantu tugas rumah tangga seiring dengan usia mereka yang bertambah. Dan ternyata aku lebih berbahagia tanpa asisten rumah tangga yang bikin aku stres selama ini. Bye-bye asisten rumah tangga, akhirnya aku bebas dari mereka. Merdeka melakukan apa yang aku mau tanpa harus ngomel tiap hari karena kerjaan mereka gak beres. 


;;